Mungkinkah Tertawa

Haruskah ku padamkan.. kedukaan ini.. dengan titis airmata.. dan menyayat hati.. ataupun biar dalam.. keadaan bergini.. Haruskah diriku.. kembali disini.. di depan dirimu.. yang tiada suri.. mungkinkah tertawa.. aku menanti diri.. Aku bertanya pada.. diri oh mengapa.. mengapa kita setiai.. kehidupan.. aku tersiksa.. Sejambak kasih bekal harapan.. terhapus di pertengahan jalan.. gugur bagaikan dedaunan.. tercemar kehormatan cinta.. Apa salahku.. hingga.. kau paling pada aku.. Aku bertanya pada.. diri oh mengapa.. mengapa kita setiai.. kehidupan.. aku tersiksa..

Sendiri Menyepi...

Sendiri menyepi.. Tenggelam dalam renungan.. Ada apa aku seakan ku jauh dari ketenangan.. Perlahan ku cari.. Mengapa diriku hampa.. Mungkin ada salah.. Mungkin ku tersesat.. Mungkin dan mungkin lagi.. Aku merasa.. Sendiri menyepi.. Ingin ku menangis.. Menyesali diri.. Mengapa terjadi.. Sampai bila ku begini.. Resah tak bertepi.. Kembalikan aku pada cahayaMU.. Yang sempat menyala.. Benderang di dalam hidupku.. Ku ingin cahayaMu.. Mendekati hidup ku..

Sabtu, 2 April 2011

Amuk - Damai




Damai ini berpanjangan
Bumi ini kehijauan
Kekalutan telah padam
Disaluti kebenarannya

Dalam kepayahan

Ku kumpulkan kudrat
Menungkah nestapa
Dari kealpaan

Ku singkirkan silam
Ku lenyapkan khayalan

Jalan yang terbentang
Bukan hanya sekadar penghiasan

Terimalah kepulangan

Aku ingin dihargai
Terimalah
Pengabadian
Usah lagi dikhianati

Dalam kepayahan

Ku kumpulkan kudrat
Menungkah nestapa
Dari kealpaan

Ku singkirkan silam
Ku lenyapkan khayalan

Jalan yang terbentang
Bukan hanya sekadar penghiasan

Damai ini berpanjangan
Bumi ini kehijauan
Kekalutan telah padam
Disaluti kebenarannya

Terimalah kepulangan

Aku ingin dihargai
Terimalah
Pengabadian
Usah lagi dikhianati

Tiada ulasan: