Mungkinkah Tertawa

Haruskah ku padamkan.. kedukaan ini.. dengan titis airmata.. dan menyayat hati.. ataupun biar dalam.. keadaan bergini.. Haruskah diriku.. kembali disini.. di depan dirimu.. yang tiada suri.. mungkinkah tertawa.. aku menanti diri.. Aku bertanya pada.. diri oh mengapa.. mengapa kita setiai.. kehidupan.. aku tersiksa.. Sejambak kasih bekal harapan.. terhapus di pertengahan jalan.. gugur bagaikan dedaunan.. tercemar kehormatan cinta.. Apa salahku.. hingga.. kau paling pada aku.. Aku bertanya pada.. diri oh mengapa.. mengapa kita setiai.. kehidupan.. aku tersiksa..

Sendiri Menyepi...

Sendiri menyepi.. Tenggelam dalam renungan.. Ada apa aku seakan ku jauh dari ketenangan.. Perlahan ku cari.. Mengapa diriku hampa.. Mungkin ada salah.. Mungkin ku tersesat.. Mungkin dan mungkin lagi.. Aku merasa.. Sendiri menyepi.. Ingin ku menangis.. Menyesali diri.. Mengapa terjadi.. Sampai bila ku begini.. Resah tak bertepi.. Kembalikan aku pada cahayaMU.. Yang sempat menyala.. Benderang di dalam hidupku.. Ku ingin cahayaMu.. Mendekati hidup ku..

Rabu, 28 Disember 2016

dia isteriku



 Sesungguhnya Kami telah menciptakan isteri-isteri mereka dengan ciptaan istimewa,
serta Kami jadikan mereka sentiasa dara (yang tidak pernah disentuh).
(Al-Waqi’ah:35-36) 

 Salah satu tanda keberkatan wanita itu ialah cepat perkahwinannya,
cepat pula kehamilannya dan ringan pula maharnya (mas kahwin).



 إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ، وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ، 
 فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ 
 “sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula.
Apabila Allah mencintai seseorang,
maka Allah akan memberikan cobaan kepadanya,
barangsiapa yang ridho (menerimanya) maka Allah akan meridhoinya 
dan barangsiapa yang murka (menerimanya)
maka Allah murka kepadanya.” 

 إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوْبَةَ فِي الدُّنْيَا 
 وَإِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافِيَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ 
 “Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang hamba,
maka Allah menyegerakan siksaan  baginya di dunia” 

 مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلاَّ حَطَّ اللهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ 
 “Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya,
pasti akan hapuskan kesalahannya,
sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya” 


  “Apabila seorang hamba mukmin sakit,
maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya.” 

Allah memerintahkan : 
  1. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.
  2. Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya
  3. Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.
  4. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya , maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa. 

 Dengan ini,
maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

“Sakit panas dalam sehari semalam,
dapat menghilangkan dosa selama setahun.” 

 Al-Fatiah Buat Arwah Isteriku 
 Norain Binti Othman 
 21/02/2014 Jumaat 8.50 Malam 


Catat Ulasan